KegiatanLingkungan Hidup

Rapat City-Business Collaboration Accelerator (CiBiX)

Jakarta, 19 September 2019. Dalam rangka penyusunan dokumen Ikhtiar Jakarta/City Ambitious Promises (CAP), Yayasan ICLEI – Local Government for Sustainability bekerjasama dengan Kedeputian Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (TRLH) menyelenggarakan rapat City-Business Collaboration Accelerator (CiBiX) dengan tujuan memperkaya ide/gagasan tentang bentuk rencana aksi pembangunan rendah karbon yang dapat dilakukan di DKI Jakarta.

Rapat dibuka oleh Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (TRLH) serta Country Manager ICLEI, dan dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Dinas Sumber Daya Air/DSDA; Dinas Perindustrian dan Energi/DPE; Dinas Kesehatan/Dinkes; Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian/DKPKP; Dinas Perhubungan/Dishub; Dinas Lingkungan Hidup/DLH; Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu/DPMPTSP; Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk/DPPAPP; Badan Penanggulangan Bencana Daerah/BPBD; dan Pusat Data dan Informasi/Pusdatin), dan Pelaku Industri (PT. Kalbe Farma; PT. PLN; PT. Transportasi Jakarta/TJ; PT. Allianz; PT. Kereta Commuter Indonesia/KCI; PT. Wijaya Karya/WIKA; Green Building Council Indonesia/GBCI, dan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia/ADUPI).

Disampaikan dalam rapat bahwa pada tahun 2030, DKI Jakarta memiliki target pengurangan emisi karbon sebesar 30%, dan hingga saat ini baru tercapai 7% dari target tersebut. Untuk mendorong capaian tersebut, dibutuhkan upaya lebih dari pemerintah dan pelaku industri. Allianz sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang asuransi jiwa dan kesehatan, telah memiliki beberapa program yang mendukung aksi perubahan iklim, yaitu:

  • Program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk Bank Sampah di berbagai daerah. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan alam dan meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan. Salah satu contoh yang berhasil berada di Kelurahan Guntur, yang telah menghasilkan rata-rata 3,6 ton sampah/tahun. Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui
  • Program Bank Sampah tersebut didukung juga dengan skema asuransi jiwa dan kesehatan, yang mana anggota bank sampah dapat menukarkan sampah sejumlah 4500-5000 rupiah, dengan asuransi jiwa dan kesehatan. Skema tersebut memberikan santunan kematian dan penggantian biaya medis hingga 5 juta rupiah.
  • Allianz juga melarang penggunaan botol plastik sekali pakai di dalam kantor.

PT. Kalbe Farma yang bergerak dalam penyediaan berbagai produk kesehatan, juga memulai praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan sebagai berikut:

  • Tidak lagi menggunakan plastik sebagai pembungkus hasil cuci (laundry) pakaian lab, namun menggunakan kain yang dapat digunakan berkali-kali. Penerapan hal ini mampu memangkas penggunaan plastik sebesar 9 juta ton untuk 1 pabrik.
  • Mengampanyekan pemilahan sampah plastik di lingkungan kantor, pabrik dan kawasan sekitarnya, dengan jargon “Taruh Sampah pada Tempatnya”.
  • Menjadikan Sustainability Report sebagai salah satu laporan yang wajib disusun.

PLN juga melakukan beberapa hal dalam mendukung aksi perubahan iklim, yaitu:

  • Tidak lagi menggunakan generator sebagai sumber listrik untuk kegiatan-kegiatan off-grid namun menggunakan power bank yang tidak menghasilkan polusi.
  • Melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program bank sampah.

Adapun usulan rencana aksi pengarustamaan pembangunan rendah karbon dari para peserta rapat, antara lain:

  • Terkait pengelolaan sampah, perlu dilakukan peningkatan kampanye pemilahan sampah di kawasan permukiman maupun di tempat publik seperti stasiun kereta api. Kampanye tersebut dapat dilakukan dengan pengembangan Bank Sampah dan didukung dengan fasilitas pemilahan, seperti penyediaan tempat pembuangan untuk berbagai jenis sampah (organik, non-organik, dan lainnya). Selain itu, perlu didorong juga inovasi produk keuangan (contoh: asuransi) yang bisa menggunakan sampah sebagai pengganti uang.
  • Dalam hal energi dan bangunan, perlu disusun e-catalog oleh industri yang bergerak dibidang teknologi Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mempermudah pemerintah maupun masyarakat mengakses informasi teknologi tersebut. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi terkait keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan EBT (contoh: hemat biaya listrik, dan lainnya).
  • Dalam hal transportasi dan kualitas udara, diusulkan penyediaan parkir sepeda di fasilitas-fasilitas publik seperti di stasiun dan di terminal. Selain itu perlu dilakukan inovasi dan dukungan dalam penyediaan kendaraan berbasis listrik. Peningkatan informasi real-time tentang kondisi kualitas udara dan tindakan yang perlu dilakukan juga menjadi penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Melalui hasil rapat tersebut dapat disimpulkan bahwa aksi terhadap perubahan iklim telah banyak dilakukan oleh para pelaku industri, namun masih bersifat inkremental dan belum terintegrasi satu sama lain. Hal ini menjadi peluang untuk mengolaborasikan kegiatan pemerintah dengan kegiatan pelaku industri. Hasil rapat akan menjadi masukan bagi dokumen Ikhtiar Jakarta/CAP.

Related Articles

Back to top button
Close
Close