KegiatanLingkungan Hidup

Pertemuan Forum Energi DKI Jakarta

WhatsApp Image 2019-09-26 at 14.19.09 (1) WhatsApp Image 2019-09-26 at 14.19.09

Jakarta, 27 September 2019. Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup kembali menyelenggarakan Forum Energi DKI Jakarta pada hari Kamis, tanggal 26 September 2019. Pertemuan berkala Forum Energi ini dipimpin oleh Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dengan didampingi oleh Asisten Deputi bidang Lingkungan Hidup. Forum dihadiri oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman; Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan; Dinas Perindustrian dan Energi; Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup; Biro Perekonomian; Biro Umum; PT. Transjakarta; Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI); ICLEI; Bapak Dien Sakarudin dari Majalah Transportasi. Pada forum tersebut juga turut hadir sebagai narasumber, adalah: a. Penyampaian Ketahanan Energi Listrik di DKI Jakarta oleh Dr. Ir. Surya Darma, MBA dari Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI); b. Penyampaian Progres Perkembangan Uji Coba Bis Listrik Transjakarta oleh PT. Transjakarta; c. Peran Publik dan Dunia Usaha dalam Mendukung Program Energi Terbarukan dan Efisiensi Energi di DKI Jakarta oleh ICLEI. Dr. Ir. Surya Darma, MBA dari Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) : a. Pemerintah pusat telah memiliki Peraturan Pemerintah terkait kebijakan penggunaan energi baru terbarukan sebesar 23%. Hal ini dapat menjadi dasar sekaligus peluang untuk meningkatkan sumber energi ramah lingkungan di DKI Jakarta; b. Ketahanan energi di DKI Jakarta tergolong rapuh karena sebagian besar masih mengandalkan bahan bakar fosil. Sebagai informasi bahwa bahan bakar gas yang lebih ramah lingkungan akan habis pada tahun 2027, bahan bakar batubara akan habis pada tahun 2046 dan pada tahun 2004 Indonesia sudah net menjadi importir minyak bumi. Sehingga pada akhirnya Indonesia akan ketergantungan impor energi dari jenis fosil. c. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka beberapa langkah yang perlu ditempuh adalah (i) memaksimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan, (ii) meminimalkan pengunaan minyak bumi, (iii) mengoptimalkan penggunaan bahan bakar gas, (iv) batu bara menjadi energi cadangan, dan (v) Nuklir menjadi pilihan terakhir kebutuhan energi; d. Perlunya dibentuk Tim Khusus untuk melakukan inventarisari energi sehingga akan diperoleh data yang akurat.

Related Articles

Back to top button
Close
Close