KegiatanLingkungan HidupTata Ruang

Menghadiri Seminar GBCIdeas 2019

Jakarta, 24 September 2019. Dalam rangka memeriahkan perhelatan World Green Building Week, Organisasi Green Building Council Indonesia (GBCI) menyelenggarakan Seminar GBCIdeas 2019 sebagai wadah berbagi informasi, pengalaman, dan berjejaring antarpemangku kepentingan dibidang bangunan gedung hijau.

GBCIdeas 2019 dihadiri oleh Deputi Gubernur TRLH selaku perwakilan Pemprov DKI Jakarta, dan juga berbagai pelaku industri (PT. PP, PT. Schneider Electric, BCIAsia), Asosiasi/organisasi (IABHI), praktisi/profesional, akademisi, dan mahasiswa/i.

Agenda GBCIdeas 2019 adalah presentasi dari beberapa peserta tanpa sesi tanya jawab. Beberapa hal yang mengemuka dalam presentasi, yaitu:

  1. Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha: penggunaan pelepah pisang sebagai bahan pelapis furnitur yang menyerupai tekstur kayu. Penggunaan pelepah pisang diharapkan dapat mengurangi penggunaan kayu sebagai bahan utama furnitur dan berkontribusi terhadap pengurangan penebangan hutan.
  2. Arsitek Professional: konsep desain gedung hijau yang berfungsi sebagai lokasi penerapan dan pembelajaran urban farming (pertanian perkotaan) di Kota Surabaya. Gedung tersebut menggunakan prinsip hijau yang menggunakan air bersih dari hasil daur ulang dan air hujan, serta menggunakan solar panel untuk menghemat energi.
  3. PT. PP: menjelaskan mengenai strategi dalam pelestarian lingkungan terutama dalam hal green building dan green construction. Beberapa hal yang dilakukan seperti: (i) penggunaan software Building Information Modelling (BIM) untuk menjaga efisiensi dan efektivitas pembangunan (pengurangan volume sampah/limbah dan energi untuk pembangunan); (ii) penyelenggaraan berbagai kegiatan seperti lomba, kampanye, dan lainnya, untuk merubah perilaku dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
  4. Gerakan Atap Putih Indonesia: menjelaskan bahwa pemutihan atap bangunan Gedung (terutama bangunan permukiman) dapat menurunkan suhu ruangan hingga 1,5 derajat celcius. Hal ini sudah dilakukan di beberapa kota di Amerika, dan dirasa yang paling mudah dijangkau dan dilakukan oleh masyarakat umum.
  5. Schneider Electric: menyampaikan produk perusahaan yang sudah berbasis Internet of Things(IoT), sehingga memudah pemantauan dan kontrol terhadap seluruh alat eletronik di dalam rumah atau bangunan gedung. Beberapa hal yang bisa dipantau seperti lampu, air conditioning dan ventilasi, dan peralatan pemadam kebakaran gedung.
  6. Mahasiswa Universitas Indonesia: menyampaikan gagasan proses kimia untuk daur ulang air. Proses tersebut tidak hanya bersumber dari air hujan dan air bekas pemakaian, tetapi juga air kondesat dari peralata rumah tangga lain (contoh: Air Conditioning).
  7. Mahasiswa ITB: menyampaikan ide mengenai organic solar cell (panel surya organik), yaitu panel surya yang dibuat menggunakan bahan daur ulang plastik. Berdasarkan analisis, panel surya organik memiliki kapasitas yang tidak jauh berbeda dengan panel surya konvensional, serta biaya pembuatannya dapat menjadi 57% lebih murah.

Deputi Gubernur bidang TRLH menyampaikan ide-ide yang tersebut akan lebih berkelanjutan bila dapat diterapkan, dan mengundang para penggagas ide untuk berdiskusi lebih lanjut membahas potensi kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

Related Articles

Back to top button
Close
Close