Kliping

Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengingatkan, seluruh kabel fiber optik yang masih menggantung di udara harus diturunkan dan dipindahkan ke boks utilitas (manhole) yang dibangun di bawah trotoar. Apalagi, salah satu tiang listrik di Jalan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, roboh akibat banyaknya kabel yang menggantung hingga kelebihan beban. “Semuanya kita harus tertibkan,” ujar Hari di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (21/10/2019).

Heri meyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan general manager PLN Distribusi Jakarta Raya, Telkom, hingga Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk menurunkan semua kabel udara. Namun, pemindahan kabel udara ke bawah tanah membutuhkan waktu. “Memang tidak mudah untuk menurunkan kabel udara di atas ini karena memang sudah semrawut. Mereka akan membuat tahapan-tahapan (untuk menurunkan kabel udara),” kata dia.

Sesuai Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 1999 tentang Jaringan Utilitas dan Peraturan Gubernur Nomor 106 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Insfrastruktur Jaringan Utilitas, lanjut Hari, seharusnya tidak ada lagi kabel fiber optik yang menggantung di udara. Karena itulah, kabel-kabel udara harus ditertibkan. “Sesuai aturan main berdasarkan Perda 8 maupun Pergub 106, memang kabel udara tidak dibolehkan lagi, jadi harus turun ke bawah,” kata Hari. Salah satu tiang listrik di Jalan Kebon Jeruk, roboh pada Senin siang, karena kondisi besi yang telah keropos. Alasan lainnya, tiang listrik kelebihan beban karena banyaknya kabel fiber optik yang menggantung di tiang tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/10/21/22323761/tiang-listrik-roboh-di-kebon-jeruk-dki-ingatkan-kabel-udara-harus.
Penulis : Nursita Sari
Editor : Sandro Gatra

Related Articles

Back to top button
Close
Close